Aku melayan perasaan seorang diri dalam bilik.. Roomate aku Sham sudah balik ke Pasir Mas, manakala Ijul pulak sudah balik Temerloh. So yang tinggal hanya aku, Arif, Zikri, dan Shawal.
Rumah sewa ku pada malam itu sunyi sepi dari gelak tawa. Tiada lagi keriangan, hanya tinggal hanyalah bunyi deruan angin sepoi-sepoi bahasa.
Jika tidak, Arif dan Sam lah yang selalu meriuhkan rumah sewa, tapi Sam awal2 lagi sudah balik ke rumahnya di Wakaf Bharu. Padahal bukannya jauh pon, saja gatal balik awal.
Aku mengeluarkan laptop dari beg, lantas tanganku 'on'kan butang power.
Loadingg.....
Apabila laptop sudah memaparkan desktop, tanganku segera menggerakan mouse, mengarahkan cursor ke ikon Winamp.
Aku terus add lagu2 raya dalam list, dan lagu yang pertama aku dengar ialah Mamat - Ku Pohon Restu Ayah Bonda
Jiwaku terus melayang ke kampung halaman.. Teringatkan ayah dan ibu di kampung.
Rinduku terhadap mereka semakin menebal, al maklum lah.. Anak mak katakan.. hahah..
Lagipun sudah lama aku tidak pulang ke tanah air sendiri.
Bak kata orang, ujan emas di negeri orang tak sama di negeri sendiri.. Betoi dakk??
Aku menyanyi seorang diri mengenangkan mereka dan insan yang tersayang di kampung..
Duhai bonda duhai ayahanda
Dengarlah rayuan anakanda
Yang jauh di mata...
Tanpa ku sedari airmata ku mengalir
Terdengar ayat suci seruan takbir
Betapa daku gembira dekat di samping keluarga
Di pagi mulia hari raya
( korus )
Kan ku sujud di kakimu bila kita bertemu
Kan ku cium tangan mu ku pohon restu
Oh maafkan daku kesalahan diri ku
Walau jauh di mata namun kau tak dapat ku lupa
Doa ku sepanjang masa agar kau bahagia
Ku pohon restu dari mu oh ayah dan ibu
Agar tercapai cita ku membela nasib mu
( ulang korus )
Kesalahan diri ku...

